Jumat, 04 Maret 2011

Sistem Ekonomi

I. Pendahuluan
Materi kali ini yang akan dibahas adalah mengenai sistem ekonomi. Sistem ekonomi sebagai alat ekonomi yang pemanfaatannya sangat berkaitan dengan proses perkembangan sosial masyarakat dan memiliki suatu ideologi. Setiap negara memiliki atau menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda.
Sistem ekonomi yang diterapkan oleh suatu negara belum tentu cocok atau berhasil di terapkan di negara lain. Sistem ekonomi yang baik tidak dapat begitu saja diindentikkan dengan kehebatan ideologinya, maka dari itu di sini akan dibahas ciri-ciri sistem ekonomi yang terdapat di dunia dan sistem ekonomi yang bagaimana yang baik dianut oleh Indonesia?
II. Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi adalah salah satu alat guna menncapai tujuan kehidupan bersama suatu bangsa dan negara. Sistem Ekonomi menjadi salah satu faktor utama suatu negara untuk memajukan negaranya, melalui kesejahteraan rakyat.
Subyek dan obyek:

• Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
• Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
• Sistem peralatan: barang/alat
• Sistem informasi: data, catatan, dan fakta

Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.
Menurut Grossman, sebuah sistem ekonomi yang baik dapat dilihat dari dua aspek yaitu :
a. Daya tahan dan daya adaptasi
Yang dimaksud dalam daya tahan dan daya adaptasi di sini adalah bagaimana suatu negara dapat mengahadapi suatu ketidakpastian dalam bidang ekonomi. Ketidakpastiaan dibagi menjadi dua yaitu ketidakpastian jangka pendek dan ketidak pastian jangka panjang.
- Ketidakpastian jangka pendek : Ketidakpastian dalam tenggang waktu satu sampai lima tahun, biasanya disebabkan oleh masalah teknis, misalnya kegagalan dalam musim panen. Suatu pemerintah harus mempunyai solusi dalam mengatasinya contohnya saja dengan adanya Bulog di Indonesia
- Ketidakpastian jangka panjang : Ketidakpastian dalam kurun waktu lebih dari 25 tahun. Dalam mengatasi ketidakpastian ini, harus didirikannya suatu kelembegaan yang sempurna.
b. Unjuk prestasi
Suatu negara harus memperlihatkan bagaimana sistem ekonomi yang dianutnya dapat berdampak positif pada rakyatya. Prestasi yang didapat dari suatu negara dalam keberhasilan sistem ekonominya dapat dilihat dari :
- Kemakmuran rakyatnya
- Pertumbuhan dalam berbagai sektor yang merata
- Produktivitas
- Pemberdayaan seluruh masyarakatnya agar mempunyai SDM yang berkualitas bak
- Terpeliharanya lingkungan hidup, suatu negara yang berhasil adalah negara yang dapat menigkatnya kualitas ekonomi dan politiknya tanpa merusak lingkungan hidup yang ada di negaranya. Karena lingkungan hidup, sumber daya alam adalah aset negara yang sangat besar
Pada awalnya sistem ekonomi masih berupa subsistem, maksudnya masyarakat melakukan perekonomian hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan cara barter. Namun seiring berkembangnya zaman, sistem ekonomi menjadi kompleks dan dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Pasar (Liberalis/Kapitalisme)
Dasar teori dari sistem ini adalah teori Invisible Hand yang dicetuskan oleh Adam Smith, maksud teori ini adalah kebebasan melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah. Sistem ini berpendapat bahwa keseimbangan ekonomi dapat tercipta dengan sendirinya melalui mekanisme pasar.
Pemerintah sebenarnya ikut berperan namun sangat minim. Dalam sistem ekonomi pasar, tugas pemerintah adalah :
- Melindungi negara dari kekerasan negara liberal lainnya
- Melindungi setiap anggota masyarakat dari ketidak adilan atau penindasan
- Mendirikan atau memelihara beberapa institusi atau sarana yang tidak dapat dibuat oleh perorangan
2. Sistem Ekonomi Perencanaan (Sosialis)
Dalam sistem ini kegiatan ekonomi sepenuhnya di bawah kendali pemerintah, pencetus sistem ini adalah Karl Max. Sistem ini dapat kita lihat pada negara komunisme seperti Uni Soviyet. Sistem sosialis sendiri terdiri dari beberapa macam :
a. Sistem sosialis pasar
- Faktor – faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah
- Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi
- Rangsangan dan intensif diberikan berupa material dan moral
b. Sistem sosialis terencana
- Faktor – faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah
- Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi
- Rangsangan dan intensif diberikan berupa material dan moral
Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat an tuntutan perekonomian internasional, tampaknya sistem sosialis terencana ini mulai ditinggalkan.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan kombinasi dari sistem liberalis dan sosialis. Sistem ini mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebesan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan tujuan seperti ini banyak negara yang menganut sistem ekonomi campuran.
4. Sistem ekonomi dan politik
Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.

Sistem ekonomi:

• Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
• Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
• Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness.

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi.

Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:

a) Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
b) Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
c) Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
d) Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
e) Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f) Pengaturan motivasi usaha
g) Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
h) Penentuan pertumbuhan ekonomi
i) Pengendalian stabilitas ekonomi
j) Pengambilan keputusan
k) Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan


Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik
KUTUB A KONTEKS KUTUB Z
Liberalisme Ideoligi politik Komunisme (menghapus hak perorangan)
Demokrasi Rejim pemerintahan Otokrasi atau otoriter (kekuasaan tak terbatas)
Egaliterisme (Berderajad sama) Penyelenggaraan kenegaraan Etatitsme (Lebih mementingkan negara)
Desentralisme Struktur birokrasi Sentralisme
Kapitalisme Ideologi ekonomi Sosialisme
Mekanisme pasar Pengelolaan ekonomi Perencanaan terpusat

Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:

• Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
• Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
• Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya


1. Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi yang esktrim:

(a) Sistem ekonomi kapitalis

• Pengakuan terhadap kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi
• Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
• Tidak batasan bagi individu dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
• Campur tangan pemerintah sangat minim
• Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi
• USA

(b) Sistem ekonomi sosialis

• Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi
• Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian
• Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
• Campur tangan pemerintah sangat tinggi
• Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat
• USSR

(c) Sistem ekonomi campuran

• Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara
• Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
• Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
• Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air)
• Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah

2. Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.

Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);

• Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
• Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
• Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
• Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.


3. Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:

(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian

Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.

Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.

Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.

Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.

Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.
III. Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia
Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru
Bung Hatta mencetuskan bahwa dasar ekonomi Indonesia yang sesuai dengan cita-cita adalah koperasi namun dalam prakteknya kegiatan ekonomi ini justru melanggar dasak ekonomi koperasi.
Sumitro Djojohadikusumo enegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah sistem ekonomi campuran. Namun dalam proses perkembangan berikutnya disepakatilah bentuk ekonomi baru yang disebut Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut Demokrasi Ekonomi.
Demokrasi ekonomi dipilih karena memiliki ciri-ciri yang positif, yaitu :
- Perekonomian disusun secara asas kekeluargaan
- Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dikuasai oleh negara
- Kekayaan alam yang ada di kuasai oleh negara dan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat
- Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara di awasi oleh perwakilan negara
- Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan
- Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
- Potensi, inisiatif, dan kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum
Dengan demikian perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :
Free fiht liberalism : adanya kebebasan yang tidak terkendali sehingga memungkinkan adanya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah.
Etatisme : keikut sertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan kreatifitas masyarakatnya
Monopoli : pemusatan ekonomi terhadap sauatu kelompok tertentu
Keadaan ekonomi antara tahun 1950-1965 diisi dengan beberapa program dan rencana ekonomi pemerintah, diantaranya :
- Program Banteng membantu pengusaha pribumi
- Program Sumitro plan
- Rencana Lima Tahun Pertama
- Rencana delapan tahun
- Di indonesia juga pernah terjadi sistem sosialis, akibat yang terjadi dari sistem tersebut dapat dilihat dari :
- Semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi mengakibatkan menurunnya nilai eksport kita
- Hutang luar negeri yang digunakan untuk proyek mercu suar
- Defisit anggaran negara yang makin besar ditutupi dengan mencetak uang baru sehingga terjadi inflasi besar-besaran
- Laju pertumbuhan penduduk yang lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi
Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia Setelah Orde Baru
Awal orde baru diwarnai dengan masa-masa rehabilitasi, perbaikan hampir di seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor ekonomi. Setelah orde baru mulai dilaksanakan sistem ekonomi yang sesungguhnya di inginkan rakyat Indonesia. Sistem demokrasi ekonomi dan sistem ekonomi pancasila kembali satu-satunya acuan bagi pelaksanaan sistem ekonomi selanjutnya.
Dalam demokrasi ekonomi atau ekonomi pancasila, harus dihindarkan ciri-ciri negatif seperti berikut ini :
a. Sistem ekonomi liberal yang bebas. Artinya sistem ekonomi yang menumbuhkan eksploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain.
b. Sistem ekonomi komando. Artinya negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat mendesak, dominan dan mematikan kreatifitas masyarakat
c. Persaingan tidak sehat, serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu.
IV. Pelaku Ekonomi di Indonesia
Dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga pelaku ekonomi yaitu :
- Pemilik faktor produksi
- Produsen
- Konsumen
Dalam ilmu ekonomi makro kita mengenal empat pelaku ekonomi yaitu :
- Sektor rumah tangga
- Sektor swasta
- Sektor pemerintah
- Sektor luar negeri
Dalam perekonomian Indonesia dikenal tiga pelaku ekonomi pokok dengan fungsi-fungsinya yang sesuai dengan Trilogi Pembangunan yaitu :
- Koperasi : Pemerataan hasil ekonomi Pertumbuhan kegiatan ekonomi kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi.
- Sektor swasta : Pertumbuhan hasil ekonomi Pemerataan kegiatan ekonomi kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi
- Sektor pemerintah : Kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi Pemerataan hasil ekonomi Pertumbuhan kegiatan ekonomi
V. Kesimpulan
Sistem ekonomi adalah salah satu alat guna mencapai tujuan kehidupan bersama suatu bangsa atau negara. Ketika membandingkan sistem-sistem ekonomi yang ada, telah terlihat bahwa masing-masing sistem ekonomi memiliki perbedaan-perbedaan yang sangat kontras. Namun, diantara perbedaan-perbedaan tersebut terdapat satu persamaan yang mencolok, yaitu setiap sistem ekonomi disusun untuk mencapai tujuan akhir yang sama.
Kondisi akhir tersebut merupakan suatu peradaban manusia yang ideal, di mana manusia, baik sebagai individu maupun kelompok, menikmati kekayaan, keadilan, kemakmuran, dan kemerdekaan seutunya. Karenanya, jika semua sistem ekonomi mempunyai tujuan yang sama, tentunya semua sistem ekonoi harus dapat dinilai dengan kriteria yang seragam. Dengan demikian penilaiannya akan sangat objektif.



Sumber : buku Pengantar Ekonomi 2 FE Universitas Gunadarma dan Pengantar Ilmu Ekonomi (edisi revisi) FE Universitas Indonesia

Sabtu, 08 Januari 2011

Kekuasaan & Politik

kekuasaan dari akar kata kuasa dan politik yang berasal dari bahasa Yunani Politeia (berarti kiat memimpin kota (polis)). Sedangkan kuasa dan kekuasaan kerapa dikaitkan dengan kemampuan untuk membuat gerak yang tanpa kehadiran kuasa (kekuasaan) tidak akan terjadi, misalnya kita bisa menyuruh adik kita berdiri yang tak akan dia lakukan tanpa perintah kita (untuk saat itu) maka kita memiliki kekuasaan atas adik kita. Kekuasaan politik dengan demikian adalah kemampuan untuk membuat masyarakat dan negara membuat keputusan yang tanpa kehadiran kekuasaan tersebut tidak akan dibuat oleh mereka.
Jadi, Kekuasaan adalah “kemampuan seseorang atau suatu kelompok
untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain
sesuai dengan keinginan dari pelaku. Politik adalah semua
kegiatan yang menyangkut masalah merebutkan dan
mempertahankan kekuasaan…biasanya dianggap bahwa
perjuangan kekuasaan (power struggle) ini mempunyai tujuan
yang menyangkut kepentingan seluruh masyarakat”.
Bila seseorang, suatu organisasi, atau suatu partai politik bisa mengorganisasi sehingga berbagai badan negara yang relevan misalnya membuat aturan yang melarang atau mewajibkan suatu hal atau perkara maka mereka mempunyai kekuasaan politik.
Sumber Kekuasaan
Robbins membagi sumber kekuasaan menjadi
2 pengelompokkan umum, yaitu :
1. Kekuasaan formal
Didasarkan pada posisi individu dalam organisasi
2.Kekuasaan personal
Kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik
individu – individu.
Kekuasaan Formal
1. Kekuasaan Paksaan
Adalah kekuasaan yang didasarkan pada rasa takut.
2. Kekuasaan Imbalan
Kepatuhan tercapai berdasarkan kemampuan membagi
imbalan yang berguna bagi orang lain.
3. Kekuasaan Hukum
Kekuasaan yg diterima seseorang sbg hasil dari
posisinya dalam hirarki formal organisasi.
4. Kekuasaan Informasi
Kekuasaan yg berasal dari akses ke dan kendali atas
Informasi
Kekuasaan Personal
1. Kekuasaan Pakar
Pengaruh berdasarkan keterampilan atau keahlian
khusus.
2. Kekuasaan Rujukan
Pengaruh berdasarkan kepemilikan atas sumber daya
atau ciri pribadi seseorang.
3. Kekuasaan Kharismatik
Perluasan kekuasaan rujukan yg muncul dari
kepribadian dan gaya interpersonal seseorang.
Kekuasaan Antar – Bagian
(Interdepartmental Power)
Dalam suatu organisasi terkadang ada suatu
bagian (divisi, departemen, unit) yang lebih
“berkuasa” dibandingkan bagian lain, meski
secara struktural bagian tersebut berada pada
tingkatan yang sama.
Teori Strategic Contigency
􀂄 Strategic Contigency : event or activity of crucial
importance to completing a project or accomplishing
a goal.
􀂄 Dicetuskan oleh Hickson dan Hinnings
􀂄 Model ini menyatakan bahwa kekuasaan bagian
(subunit power) atas bagian lain ditentukan oleh
kemampuan bagian tsb untuk :
1. Menanggulangi ketidakpastian (coping w/
uncertainty)
Kemampuan suatu bagian/subunit dari organisasi u/
menanggulangi ketidakpastian organisasi
2. Keterpusatan (centrality)
Peran suatu bagian/subunit dari organisasi dalam
pencapaian tujuan organisasi
3. Ketergantikan (substitutability)
Kemampuan yang dimiliki suatu bagian/subunit dari
organisasi apakah dapat digantikan atau tidak.
Contoh :
• Mencegah kerugian perusahaan dengan
pengembangan jenis produk.
• Menyediakan peramalan yg akurat utk
masalah di masa mendatang.
• Menyerap masalah dari unit lain.
• Berada pada pusat arus pekerjaan dari
organisasi
• Berada pada posisi yang sangat penting
dalam organisasi
• Memiliki kemampuan atau keahlian yang
dibutuhkan
• Memiliki satu satunya bakat yang
mendukung penyelesaian pekerjaan.
KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM MANAJEMEN [1]
Paul W. Cummings (Open Management - Guides to Successful Practise)

Kekuasaan dan politik dalam manajemen merupakan anak kembar yang tak
terpisahkan, karena yang satu tdak dapat hidup tanpa yang lain. Para
manajer
jaman sekarang harus mempelajari segi-segi pokok dalam kekuasaan dan
politik, jika mereka mau hidup terus dan berhasil.
Mereka harus belajar tentang garis-garis kekuasaan, menggunakan
teknik-teknik politik, dan menggunakan kekuasaan dan teknik-teknik
politik
secara efektif dalam karier mereka.

GARIS-GARIS KEKUASAAN DAN POLITIK

Garis kekuasaan kadang-kadang sangat tidak kentara dalam organisasi
kerja,
sehingga bawahan tidak sadar bahwa mereka sesungguhnya sedang digunakan

untuk mengejar keinginan dan maksud orang lain. Apa yang menarik orang
mencari kekuasaan? Kadang-kadang hal itu antara lain disebabkan karena
orang
ingin memanipulasi atau mengendalikan orang lain dalam organisasi.
Atau, ada
juga orang yang haus akan ketaatan dan kepatuhan dari orang lain
menuruti
segala perintahnya. Atau memiliki hasrat besar untuk selalu dicap
berjasa.
Bagi sementara orang, situasi kerja merupakan satu-satunya tempat
dimana
mereka dapat memperoleh dan menggunakan kekuasaan.

Perebutan kekuasaan dan basis kekuatan muncul dalam lingkungan kerja
bila
orang-orang dan kelompok-kelompok berlomba untuk dapat mengendalikan
perilaku orang dan kelompok lain. Dan bila orang-orang atau
kelompok-kelompok berinteraksi dalam suatu kontes kekuasaan,
terciptalah
kemudian apa yang disebut dengan politik. Parta dan golongan mulai
dibentuk
dan dikembangkan, orang-orang bersekutu dalam kelompok-kelompok formal,

berkoalisi, mengadakan perjanjian-perjanjian, di mana oang dan kelompok
yang
satu menang dan yang lain kalah.

Ciri pokok kekuasaan seperti yang kita kenal dalam perusahaan industri
sekarang ini ialah penggunaan orang-orang dan kelompok-kelompok untuk
tujuan
dan maksud tertentu. Banyak orang merasa bahwa kekuasaan merupakan
semacam
proses menang kalah. Tetapi ini merupakan suatu kesalahpahaman, karena
manajer dan kelompok kerja mempunyai jumlah kekuasaan yang
berbeda-beda.
Lagi pula, ada perbedaan dalam bagaimana kekuasaan itu dibagikan dalam
seluruh hierarki keorganisasian, dan bagaimana, di mana, serta kapan
dapat
digunakan dalam bidang-bidang yang sah. Misalnya, kekuasaan harus
dimiliki
bersama oleh manajer dan kelompok kerja dalam beberapa situasi, tetapi
tidak
dalam situasi lain. Sebagai contoh, manajer dan bawahan harus bekerja
sama
untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi jika organisasi mau hidup
terus. Tetapi dalam usaha mencapai tujuan ini, mereka mungkin terlibat
dalam
konflik-konflik tajam yang mengakibatkan perebutan kekuasaan. Dalam
kasus-kasus seperti ini, perlulah eksekutif puncak campur tangan
sebagai
hakim, dan memutuskan arah tindakan mana yang harus diikuti.
Contoh-contoh
klasik perebutan kekuasaan dalam organisasi demikian ini terjadi hampir

setiap hari antara kelompok penjualan dan kelompok produksi, manajer
lini
dan manajer staf, manajer pengendalian mutu dan manajer produksi.

Konflik dalam bentuk perebutan kekuasaan tidak dapat dihindarkan dan
memang
diperlukan dalam masyarakat industri kita yang rumit ini. Konflik dalam

organisasi sering dapat meningkatkan moral kerja berbagai kelompok,
membantu
mereka mengatasi kekurangan mereka, menegaskan serta menguraikan
nilai-nilai
dan kepercayaan kelompok. Interaksi intensif dalam perebutan kekuasaan
mencegah kelompok menjadi terpencil atau menyimpang. Perebutan
kekuasaan
menjaga efisiensi dan efektivitas organisasi, sehingga tujuan bersama
dapat
dicapai. Jika perebutan kekuasaan berhenti atau tidak ada lagi,
organisasi
akan tidak efisien dan kaku.

Konflik melalui perebutan kekuasaan dalam organisasi hendaknya
merupakan
cara untuk mencapai tujuan, dan bukan tujuan itu sendiri. Bila
perebutan
kekuasaan menjadi tujuan, akibatnya adalah gangguan fungsi. Para
manajer
harus tegas, jika efisiensi dan kebaikan seluruh organisasi tidak
hendak
dirugikan

LATAR BELAKANG KEKUASAAN DAN POLITIK

Latar belakang dan pola gerak-gerik yang dialami dan diperlihatkan oleh
para
manajer dan eksekutif menarik untuk diselidiki. Dalam banyak kejadian,
tetapi tidak semua, kehidupan di rumah atau pengalaman dalam hubungan
kelompok jauh sebelum mereka masuk sekolah, mempunyai sangkut paut erat

dengan usaha mereka mencari kekuasaan. Bila mereka dilahirkan dan
dibesarkan
dalam suatu keluarga di mana ayahnya seorang ekeskutif atau seorang
manajer
profesional, mereka akan secara otomatis mengembangkan nilai-nilai
sosial
seorang calon manajer muda yang penuh ambisi. Halnya akan lain kalau
mereka
dibesarkan dalam suatu keluarga di mana ayah mereka seorang buruh
pabrik.

Barangkali orang yang paling berhasil mendapatkan kekuasaan dalam
manajemen
sekarang ini adalah mereka yang di masa mudanya mempelajari
peraturan-peraturan bagaimana memainkan permainannya. Ketika mereka
masuk
sekolah menengah, mereka telah mengembangkan suatu kesadaran akan
dirinya
secara sosial dan politis dan mulai mengadakan percobaan dalam
bidang-bidang
pokok hubungan kekuasaan dan politik. Peranan di sekolah menengah
seperti
ketua organisasi siswa, kapten kesebelasan, atau kedudukan resmi
lainnya
yang memerlukan persaingan, mengajarkan pada anak-anak muda ini
dasar-dasar
kekuasaan sosial, politik, dan tanggung jawab, yang kelak berguna
sebagai
model pertama bagi cita-cita dan amnbisi mereka untuk mencapai
kekuasaan di
perusahaan atau industri.

BAGAIMANA MEMPEROLEH KEKUASAAN MELALUI TEKNIK-TEKNIK POLITIK

Ada banyak sekali teknik politik untuk memperoleh kekuasaan dalam
organisasi
indsutri kita sekarang ini. Saya gunakan kata "politik" di sini untuk
memberi ciri pada seseorang yang cerdik atau lihai dalam mempromosikan
dirinya naik ke jenjang organisasi untuk memperoleh kekuasaan. Politik
sering dilihat sebagai suatu seni atau ilmu di mana praktek-praktek
yang
cerdik, licin dan kadang-kadang tidak jujur harus digunakan dalam
persaingan
dengan orang lain untuk memperoleh kekuasaan dan kepemimpinan dalam
kehidupan kelompok kerja.

Orang yang baru lulus perguruan tinggi harus belajar membina hubungan,
persekutuan, dan koalisi dengan atasan, rekan-rekan sekelompok, dan
bawahannya. Mereka yang telah memegang peranan kepemimpinan dapat
segera
mengasah teknik-teknik politik mereka supaya lebih tajam dengan
mempelajari
tipudaya-tipudaya berikut ini dengan seksama.

1--Membina hubungan dengan atasan.

Atasan adalah orang pertama kepada siapa anda harus memusatkan
perhatian.
Tidak ada orang lain dalam organisasi yang dapat berbuat lebih banyak
bagi
anda selain atasan anda. Tetapi bagaimana caranya membina hubungan
dengan
atasan? Ada beberapa cara, tetapi pendekatan yang paling pokok ialah
mempelajari bagaimana individu atasan anda. Pelajarilah sebanyak
mungkin
tentang latar belakangnya, nilai-nilainya, prasangkanya, kegemarannya,
agama, keluarga, dan perguruan tinggi di mana ia belajar sebelumnya.
Yang
lebih penting, anda harus dapat menaksir harapan-harapan atasan
terhadap
bawahannya, termasuk anda. Dan tak ada yang lebih efektif lagi daripada

kerja keras secara produktif untuk mendapatkan perhatian atasan anda.

Belaajr sebanyak mungkin tentang atasan memerlukan banyak waktu dan
usaha.
Tetapi, dengan memperoleh sedikit demi sedikit informasi dari
sana-sini,
manajer yang cekatan dan cerdik akan segera dapat menyusun pola
perilaku
yang dapat digunakan sebagai landasan untuk menyusun rencana di masa
depan
untuk mendekati atasannya. Selama masa belajar ini, buatlah catatan
emosi
atasan: dan jika perlu, catatlah kejadian-kejadian penting yang terjadi
di
rumah sehingga dapat dipelajari dan ditinjau kembali setelah beberapa
waktu.
Jangan mengandalkan ingatan anda saja. Jangan lupa bahwa atasan itu
seorang
manusia biasa, yang juga dapat mengalami luapan emosi, frustasi, dan
rasa
cemas seperti anda sendiri. Yang perlu anda ketahui ialah bagaimana
atasan
itu bereaksi: anda perlu memahaminya dan kelak bisa menggunakannya
untuk
keuntungan anda sendiri.

2--Membuat persiapan yang berhasil.

Setelah mempelajari atasan anda dan mengetahui prasangka serta
nilai-nilainya, manajer bawahan atau penyelia yang cerdik dapat
berhati-hati
untuk tidak pernah menyakitkan hatinya. Ini bisa merupakan tugas yang
berat
dan sulit, jika usaha untuk memperoleh kebaikan hati dan dukungan
atasan itu
harus berarti mengalahkan prinsip-prinsip, kepercayaan, dan prasangka
anda
sendiri.

Bila anda semakin memahami prinsip dan perasaan atasan anda, anda akan
semakin menyadari bahwa atasan anda selalu berusaha, dengan cara yang
halus,
merangsang keluar nilai-nilai dan pendapat anda tentang segala macam
soal
yang kontroversial. Masalah-masalah nasional dan internasional
sehubungan
dengan agama, kebijakan ekonomi, politik, atau konflik rasial,
merupakan
subyek-subyek favorit yang suka dibicarakan oleh para atasan dengan
bawahan
mereka untuk bertukar pikiran. Jika anda berpegang teguh pada prinsip
anda
dan mengutarakan pendapat yang bertentangan dengan pendapat atasan anda

mengenai masalah-masalah yang peka, mungkin anda akan merasa berdiri di
luar
kelompok inti atasan anda.

Pertemuan-pertemuan yang tampaknya remeh ini merupakan konkretisasi
dari
telaah dan pengamatan anda terdahulu tentang kesukaan dan kebencian
atasan
anda. Jika anda telah bekerja dengan baik, anda tidak akan mudah
kehilangan
simpati dari atasan anda. Dan, jika anda tidak siap untuk memberikan
jawaban
tentang suatu masalah kontroversial yang tidak ada hubungan dengan
masalah
pekerjaan anda atau organisasi, atau jika anda tidak mau mengungkapkan
pendapat anda yang bertentangan, anda dapat berpura-pura tidak
tahu-menahu
tentang masalah itu. Adakalanya atasan anda bermaksud menggali lebih
dalam
masalah itu; jika demikian, anda lebih baik menjawab sedapat mungkin
untuk
memuaskan atasan anda.

3--Memanfaatkan rekan Manajer.

Manajer yang cerdik tahu bahwa ia perlu memupuk persekutuan dengan
manajer-manajer di bagain lain yang setingkat dengan dia. Tujuan
utamanya
adalah menciptakan suatu jaringan yang berfungsi sebagai pengumpul
keterangan atau sebagai suatu sarana pendukung. Dengan menyadap
sumber-sumber ini setiap hari atau setiap minggu, anda dapat
mengumpulkan
informasi tentang berbagai bagian organisasi dan dengan demikian
memperoleh
laporan lengkap tentang pemikiran dan tindakan eksekutif. Dengan
keterangan
ini pula, anda dapat mengantisipasi keputusan dan kemungkinan tindakan
di
masa depan sehubungan dengan bagian anda sendiri.

Anda mungkin dapat membantu rekan manajer yang sedang mengalami
kesulitan
tanpa bekerja kerasa dan tanpa mengungkapkan motif-motif anda
sebenarnya,
tergantung di bagian mana anda berfungi dalam organisasi. Dengan cara
ini,
anda membangun "tabungan politik" yang anda simpan rapi dalam bank
politik
anda, dan kelak memberikan bunga berlipat ganda, jika anda membuat
gerakan
atau memperoleh kedudukan lebih tinggi dalam organisasi anda. Demikian
pula,
anda dapat membiarkan diri untuk dimanfaatkan - dalam batas-batas
tertentu -
oleh rekan manajer anda yang mempunyai ambisi politik, tetapi yang
tujuan
akhirnya bukan untuk merongrong jabatan yang anda incar. Misalnya,
manajer
personalia dapat membiarkan dirinya dimanfaatkan oleh manajer penjualan
yang
sedang menanjak untuk mengenyahkan seorang wiraniaga marjinal, dan
dengan
demikian memasukkan tabungan politik ke dalam bank politiknya sendiri.

Untuk menghadapi rekan manajer di tingkat yang sama dalam bagian anda
sendiri, permainan politik anda menuntut strategi yang sangat halus.
Sudah
jelas bahwa faktor-faktor seperti umur, masa kerja dalam suatu bagian,
jumlah bawahan yang dimanajemeni, tingkat tanggung> jawab, jenis
sumbangan
yang diberikan kelompok anda pada organisasi, hubungan pribadi dengan
kepala
bagian, jumlah lowongan yang tersedia di atas posisi anda, tokoh-tokoh
yang
ada sangkut pautnya dengan kapan, dimana, dan bagaimana anda harus
mengadakan gerakan selanjutnya. Anda juga harus memikirkan waktu dan
pemilihan waktu yang kerapkali diabaikan. Banyak orang yang ambisius
dan
tidak sabar cenderung memperlihatkan keinginan dan maksud terlalu cepat

dalam permainan, sehingga memberi kesempatan pada politikus yang
profesional
dan lebih sabar untuk memasang hambatan-hambatan.

Sambil menunggu waktu, para manajer yang berambisi politik hendaknya
secara
diplomatis membangun persekutuan dengan rekan-rekan manajer sendiri.
Jangan
sekali-kali mengungkapkan rencana anda pada rekan manajer lain, dan
hindari
senantiasa pembicaraan yang langsung atau tidak langsung menyangkut
gerakan
ke atas. Buatlah analisa tentang para pesaing anda melalui pengamatan;
dengarkan, dan buatlah catatan tentang keberhasilan dan kegagalan
mereka.
Anda akan selalu mendapatkan di antara rekan seprofesi anda orang-orang
yang
tidak mau terlibat dalam permainan licik ini; dengan demikian anda
tidak
perlu menganggap mereka sdebagai pesaing, tetapi dapat menggunakan
mereka
sebagai sarana pendukung dan pengumpul keterangan.

Terutama sekali, turutilah perintah dan keinginan atasan anda, dan
jangan
sekali-kali mencoba melakukan hal yang luar biasa atau "kejutan" tanpa
mendapat persetujuan lebih dahulu dari atasan anda. Kedua berusahalah
selalu
untuk menerima atasan anda sebagai orang yang baik, entah ia baik atau
tidak. Jika atasan anda bingung dan kemudian agagal, tak ada untungnya
untuk
menikam dia dari belakang. Biasanya bukan orang yang telah "memberikan
ciuman maut" yang menggantikan orang yang telah dibunuhnya, melainkan
manajer yang telah membangun persekutuan dan menunjukkan kepercayaan
serta
loyalitas kepada rekan dan atasannya yang telah meninggal itu. Judas
tidak
akan pernah memenangkan hadiah atau promosi, karena ia tidak hanya
menghianati atasannya, tetapi juga dirinya sendiri.

4--Memanfaatkan bawahan.

Bawahan yang dimanfaatkan dengan tepat, dapat menjadi batu loncatan
untuk
bergerak ke atas bagi manajer yang berambisi politik. Kemampuan untuk
memanajemeni bawahan sehingga bawahan dapat menghasilkan pekerjaan yang

bermutu, memerlukan usaha "politis" dan dalam beberapa hal merupakan
ciri
seorang politikus dan manajer yang sejati. Manajer yang dapat
menggabungkan
dengan baik dengan yang buruk, yang bersedia berunding dan mengadakan
kompromi, yang dapat menghadapi dengan sabar serangan-serangan yang tak

terkendali, yang telah memperlihatkan kemampuannya dalam merangsang
setiap
orang untuk menampilkan yang terbaik, dan yang tetap berproduksi apa
pun
halangannya - orang macam inilah yang selalu dicari oleh manajemen
puncak.
Jika manajer dapat mencapai kualitas itu setingkat lebih tinggi, besar
kemungkinannya bahwa ia akan dapat mencapai karier setingkat lebih
tinggi
dalam organisasi. Bawahan yang taat dan percaya tidak hanya akan
mendukung
manajer mereka melalui produksi, tetapi juga akan memberikan sumber
keterangan intern terus-menerus melalui komunikasi ke atas yang semakin

banyak dan semakin baik kepada manajer mereka. Informasi yang segar dan

tepat waktu ini perlu sekali bagi manajer yang secara politis ambisius,
jika
ia ingin berhasil menikmati kedudukan dan kekuasaan yang lebih besar.
 
 Politik : usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama.
 Politik : segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintahan.
 Politik sebagai segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat.
 Politik sebagai kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum.
 Politik sebagai konflik dalam rangka mencari dan/atau mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting

 Aristoteles dan Plato : upaya (means) untuk mencapai masyarakat yang baik
 Peter Merkl : a noble quest for a good order and justice (usaha mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan keadilan
 Peter Merkl : politik dapat menjelma menjadi a selfish grab for power, glory and riches (suatu perebutan kekuasan, kedudukan, dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri)
 Pengamatan terhadap kegiatan politik dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari pendekatan yang dipergunakan.
 Vernon van Dyke : pendekatan (approach) adalah kriteria untuk menyeleksi masalah dan data yang relevan.
 Pendekatan mencakup standar atau tolok ukur yang dipakai untuk memilih masalah dan menentukan data mana yang akan diteliti serta data mana yang akan dikesampingkan.
Secara Umum :
 Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.
 Pengambilan Keputusan (decisionmaking) mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih itu.
Hal yang diperlukan untuk melaksanakan
tujuan-tujuan itu adalah
a. Kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut :
- pengaturan (allocation) dan pembagian (distribution)
b. Kekuasaan (power)
c. Kewenangan (authority)

 Konsep-konsep (unsur) Ilmu Politik
• Negara (state)
• Kekuasaan (power)
• Pengambilan Keputusan (decisionmaking)
• Kebijakan umum (public policy)
• Pembagian (distribution)

Kamis, 21 Oktober 2010

Konflik Antar Individu

konflik antar individu
antara murid dan guru..
jika murid diberikan tugas kepada guru, maka didalam hati si murid dia merasakan beban yang seharusnya dia laksanakan..
begitu juga dengan si guru, dia juga merasakan tidak nyaman dengan perasaan dia, karena si murid tidak mengerjakan tugas yang diberikan si guru..
dia merasakan bahwa dia tidak dihargai dengan si murid..

penyelesaian..
seharusnya si murid mengerjakan tuga yang diberikan kepada dia..
dan seharusnya si guru juga memberikan tugas yang sesuai dengan kemampuan si murid agar tercipta suasana yuang damai tenang dan bersahaja..

Kamis, 30 September 2010

Dampak Positif Merokok

Merokok yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakt dapat menyebabkan kangker serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Apakah itu benar? Hal ini benar secra statistik karena rokok mengandung racun, namun ada bagian orang yang tidak merokok tapi terkena penyakit kangker, serangan jantung, dan impotensi. Jadi penyakit-penyakit yang disebabkan karena rokok itu tidak selamanya benar secara mutlak, tetapi ada faktor lain yang menyebabkannya. Faktor itu dapat berupa bawaan, pikiran dll.

Pikiran seseorang akan menghantarkan dirinya pada apa yang terdapat dalampikirannya, pikiran positif akan menghantarkan pada hal-hal yang positif dan pikiran yang negatif akan menghantarkan pada hal-hal yang bersifat negatif. Sesuatu yang negatif akan berubah menjadi positif bial kita berpikir positif. Selama ini kita memandang rokok dari sudut kenegativannya saja, pernahkah kita memandang rokok dari sudut yang positif. Pemerintahan kita hanya mampu menyort rokok dari hal-hal yang negatifnya saja dan meninggalkan segi-segi positifnya, sehingga masyarakat kita hanya ditakutkan tetapi bukan disadrkannya. Ketakutan inilah yang akan membentuk pola pikir yang negatif, sehingga asumsi masyarakat kita rokok tiu sesuatu yang negatif, berpenyakit dan tidak dapat ditinggalkan.


Hasil penelitian DR Kazuo murakami bahwa pikiran dapat mengaktifkan gen-gen positif dan menon aktifkan gen-gen negatif. Menghidupkan gen-gen yang positif melalui pikiran yang positif dan pikiran yang positif akan menonaktifkan gen-gen yang negatif. Jadi secara otomatis tubuh manusia dikendalikan oleh pikiran, karena dalam tubuh manusia ada sesuatu kekuatan yang besar, kekuatan itu berasal dari dalam gen manusia yaitu gen, gen inilah yang bekerja mengikuti pikiran manusia. Selama manusia berpikiran yang positif, maka gen-gen positif akan hidup dan memberikan dampak-dampak positif dalam diri manusia itu sendiri.

Para ilmuwan mengakui kebenaran pribahasa “penyakit datang dari pikiran”. Pikiran manusia suatu saat dapat menjadi obat dan dapat mernjadi racun, bergantung cara pandang kita terhadap objek yang kita hadapi. Rokok secraa statistik memang berbahya, namun bagaimana dengan orang yang tidak mamapu berhenti untuk merokok? Para perokok yang tidak dapat berhenti janganlah pesimis dan pasrah, sat ini mulailah dengan membangaun pikiran yang positif bahwa merokok itu positif. Selama kita dapat berpikir positif terhadap rokok , maka gen-gen positif akan nyala dalam tubuh kita dan memberikan keseimbangan. Dunia ini tercipta dengan keseimbangan ada kutub positif dan ada kutub yang negatif yang saling tarik menarik. Sesuatu yang negatif bila kita berpikir yang positif maka akan terbentuk keseimbnagan, tapi semua itu bergantung pola pikir kita yang akan melahirkan kenyataan, oleh karena itu bentuklah polapikir yang positif mulai saat ini, karena Nozawa pernah berkata keadaan bahagia atau sehat berasal dari pikiran.

Dampak Negatif Merokok

,,EFEK-EFEK NEGATIF MEROKOK,,

Seseorang merokok dapat menimbulkan dampak khusus bagi diri sendiri dan orang lain bahkan lingkungan. Intinya adalah berujung pada hal kesehatan dan ekonomi.

Perhatikan efek-efek negatif dari merokok dibawah ini :

Membuang-buang uang. Uang yang kita belikan untuk rokok adalah investasi perlahan-lahan penyakit-penyakit berbahaya bagi tubuh anda.

Kebakaran. Baju, celana, sprei, perabot rumah tangga, bahkan rumah bisa jadi terbakar karena rokok.

Kecelakaan lalu lintas.

Membuat nafas tidak enak.

Jika pada wanita, merokok mengakibatkan penurunan kelenjar-kelenjar seks atau hilangnya sifat kewanitaan.

Tes pada hewan mengakibatkan sperma berkurang bahkan hilang sama sekali dan mengecilnya indung telur.

Mengurangi berat badan dan tinggi badan pada bayi yang lahir.

Merugikan orang lain disekitar karena mencium asap rokok.

,,CARA MENGHENTIKAN KEBIASAAN MEROKOK,,

Kebiasaan merokok sangatlah buruk bagi kesehatan, sama saja membunih diri sendiri secara perlahan. Bagi anda yang sudah kecanduan rokok jangan dan berniat ingin berhenti, berikut ini beberapa tips yang bisa anda praktekkan untuk menghentikan kebiasaan merokok.

1. Niat harus bulat, mempunyai tujuan jelas dan alasan kuat untuk berhenti merokok.

2. Secara bertahap kurangi jumlah rokok yang anda hisap per hari.

3. Kurangi kadar nikotin dalam rokok, memilih rokok berkadar nikotin rendah.

4. Rajin-rajinlah puasa sunnah sangat dianjurkan, karna dengan berpuasa kebiasaan merokok anda berhenti.

5. Menyibukkan diri dan berolahraga.

Budaya Organisasi

,,BUDAYA ORGANISASI,,

##Definisi:
Budaya Organisasi => sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.
Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

##Asal muasal budaya organisasi:


Ingvar Kamprad, pendiri IKEA. Sumber dari budaya organisasi yang tumbuh di IKEA adalah pendirinya.

Kebiasaan, tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya dan seberapa besar kesuksesan yang telah diraihnya di masa lalu.
Hal ini mengarah pada sumber tertinggi budaya sebuah organisasi: para pendirinya.

Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar terhadap budaya awal organisasi tersebut. Pendiri organisasi tidak memiliki kendala karena kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Ukuran kecil yang biasanya mencirikan organisasi baru lebih jauh memudahkan pendiri memaksakan visi mereka pada seluruh anggota organisasi. Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara. Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka. Kedua, pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawan.Terakhir, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri dan, dengan demikian, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut. Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi.

##Karakteristik budaya organisasi:

Penelitian menunjukkan bahwa ada tujuh karakteristik utama yang, secara keseluruhan, merupakan hakikat budaya organisasi.

* Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko.
* Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, d perhatian pada hal-hal detail.
* Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
* Orientasi orang. Sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam organisasi.
* Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja di organisasi pada tim ketimbang pada indvidu-individu.
* Keagresifan. Sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai.
* Stabilitas. Sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya.

##Nilai dominan dan subbudaya organisasi:

Budaya organisasi mewakili sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi atau dengan kata lain, budaya adalah sebuah sistem makna bersama. Karena itu, harapan yang dibangun dari sini adalah bahwa individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda atau berada di tingkatan yang tidak sama dalam organisasi akan memahami budaya organisasi dengan pengertian yang serupa.

Sebagian besar organisasi memiliki budaya dominan dan banyak subbudaya. Sebuah budaya dominan mengungkapkan nilai-nilai inti yang dimiliki bersama oleh mayoritas anggota organisasi. Ketika berbicara tentang budaya sebuah organisasi, hal tersebut merujuk pada budaya dominannya, jadi inilah pandangan makro terhadap budaya yang memberikan kepribadian tersendiri dalam organisasi. Subbudaya cenderung berkembang di dalam organisasi besar untuk merefleksikan masalah, situasi, atau pengalaman yang sama yang dihadapi para anggota. Subbudaya mencakup nilai-nilai inti dari budaya dominan ditambah nilai-nilai tambahan yang unik.

Jika organisasi tidak memiliki budaya dominan dan hanya tersusun atas banyak subbudaya, nilai budaya organisasi sebagai sebuah variabel independen akan berkurang secara signifikan karena tidak akan ada keseragaman penafsiran mengenai apa yang merupakan perilaku semestinya dan perilaku yang tidak semestinya. Aspek makna bersama dari budaya inilah yang menjadikannya sebagai alat potensial untuk menuntun dan membentuk perilaku. Itulah yang memungkinkan seseorang untuk mengatakan, misalnya, bahwa budaya Microsoft menghargai keagresifan dan pengambilan risiko dan selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk lebih memahami perilaku dari para eksekutif dan karyawan Microsoft. Tetapi, kenyataan yang tidak dapat diabaikan adalah banyak organisasi juga memiliki berbagai subbudaya yang bisa mempengaruhi perilaku anggotanya.

##Fungsi-fungsi budaya:

Budaya memiliki sejumlah fungsi dalam organisasi.

#Batas:

Budaya berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.

#Identitas:
Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.

#Komitmen:
Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.

#Stabilitas:
Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.

#Pembentuk sikap dan perilaku:
Budaya bertindak sebagai mekanisme alasan yang masuk akal serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.
fungsi terakhir inilah yang paling menarik sebagaimana dijelaskan oleh kutipan berikut, budaya mendefinisikan aturan main:

Dalam definisinya, bersifat samar, tanmaujud, implisit, dan begitu adanya. Tetapi, setiap organisasi mengembangkan sekmpulan inti yang berisi asumsi, pemahaman, dan aturan-aturan implisit yang mengatur perilaku sehari-hari di tempat kerja... Hingga para pendatang baru mempelajari aturan, mereka tidak diterima sebagai anggota penuh organisasi. Pelanggaran aturan oleh pihak eksekutif tinggi atau karyawan ini depan membuat publik luas tidak senang dan memberi mereka hukuman yang berat. Ketaatan pada aturan menjadi basis utama bagi pemberian imbalan dan mobilitas ke atas.


^^REFERENSI^^

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_organisasi

Rabu, 14 April 2010

MANUSIA DAN CINTA KASIH

IBD (Ilmu Budaya Dasar)
1. buatlah rangkuman dari materi bab 3, mengenai cinta kasih. Manusia Dan Cinta Kasih
1. pengertian cinta dan kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang kepada atau kasih atau tertarik hatinya kepada seseorang dari lawan jenisnya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan rasa menaruh belas kasihan.

Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir sama, tapi keduanya memiliki perbedaan yaitu cinta mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Antara cinta dan nafsu terdapat perbedaan yang sangat mendasar dimana cinta bersifat manusiawi, rokhaniah, dan perilaku yang memberi sedangkan nafsu lebih menunjukkan kebalikan dari sifat cinta diatas.

Menurut Erich Fromm (1983:24-27) menyatakan bahwa cinta itu terutama memberi bukan menerima. Memberi dalam hal yang bersifat manusiawi, bukan sebuah materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu yaitu:
• Pengasuhan
• Tanggung Jawab
• Perhatian
• Pengenalan

Pengertian tentang cinta juga diungkapkan oleh Dr.Salito W. Sarwono menurutnya cinta yang ideal memiliki 3 unsur yairu keterikatan, keintiman dan kemesraan dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta.
1. keterikatan
2. keintiman
3. kemesraan
Relasi seks yang abnormal dan perverse(buruk,jahat)adalah relasi seks yang tidak bertanggung jawab,dan kompulasi yang abnormal.hal demikian berentangan dengan norma sosial,agama,maupun hukum,abnormalitas dalam pemuasan seks menurut Dra kartini kartono dibagi dalam tiga golongan:
1. dorongan seksual yang abnormal
• pelacuran
• perzinaan
• perkosaan
• bujukan
2. partner seks yang abnormal
• homoseksualitas
• zoofilia
• pedofilia
• geronto
3. dalam pemuasan dorongan seksual
• voyeurism atau peeping tom
• transvestutisme
• transseksualisme
2.Kasih Sayang
Pengertian kasih telah dikemukakan diatas,sedangkan sayang dapat dikaitkan dengan kasih kerena dalam sayang diwujudkan lebih nyata rasa cinta seseorang,sayang memperkuat rasa kasih seseorang yang diwujudkan dalam tindakan yang nyata dan semuanya bersumber dari rasa cinta
3.Kemesraan
Kemesraan berasl dari kata mesra yang diartikan pada kamus bahasa indonesia yang artinya sangat erat,dan kemsraan bersumber dari cinta kasih merupakan relisasi yang nyata,tingkat kemesraan dapat dibedakan berdasar unsur yaitu remaja,rumah tangga dan manusia usia lanjut
4.Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan Atau tempat memuja kepada dewa-dewa atau berhala,diantara objek-objek pemujaan,terdapat pemujaanyang ditunjukan kepada tuhan yang bersifat pemujaan tertinggi

2. Jawablah pertanyaan berikut ini:

a. sebutkan apa perbedaan antara cinta dan nafsu;
Jawab: Perbedaan dari cinta dan nafsu yaitu cinta bersifat manusiawi dimana hanya kepada manusia lah cinta tumbuh dan berkembang. Cinta juga bersifat rokhaniah sedangkan nafsu hanya bersifat jasmaniah. Cinta juga selalu menunjukkan perilaku memberi sedangkan nafsu lebih menunjukkan perilaku menuntut.
b. sebutkan unsur2x cinta
Jawab: Unsur-unsur cinta yaitu pengasuhan ( cinta ibu kepada anaknya ), tanggung jawab (tindakan suka rela yang merupakan penyelenggaraan dari kebutuhan fisik ), perhatian ( tindakan agar orang lain mau membuka dirinya dan mengembangkan kepribadian aslinya ), pengenalan ( suatu keinginan untuk mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui orang banyak ).
c. cinta ideal adalah cinta yang memiliki tiga unsur. sebutkan dan jelaskan!!..
Jawab: tiga unsur yang terdapat pada cinta ideal yaitu keterikatan (perasaan dimana hanya ingin bersama orang yang dicintai), keintiman (perasaan dimana ditunjukkan bahwa antar satu sama lain sudah tidak ada jarak lagi), kemesraan (suatu perasaan dimana ingin merasakan bentuk sentuhan fisik dari orang yang dicintai).
d. apakah yang dimksud dengan kasih??..
Jawab: Kasih merupakan suatu perasaan sayang atau cinta kepada seseorang yang juga terdapat suatu perasaan menaruh belas kasihan pada orang tersebut, kasih juga merupakan perwujudan nyata pengungkapan rasa yang langsung ditujukan pada orang yang dicintai.
e. menurut kalian hubungan seksual yang dalam bentuk normal dan bertanggung jawab adalah seperti apa??..
Jawab: Hubungan seks yang normal mengacu kepada keinginan murni dari kedua belah pihak sehingga apapun yang terjadi tidak menjadi beban psikis keduanya. Disebut bertanggung jawab ketika kedua belah pihak mengerti dan mau untuk menghadapi segala konsekuensi dari perbuatan mereka dan berani untuk menanggungnya.
f. dan menurut kalian hubungan seksual yang dalam bentuk abnormal perverse adalah seperti apa??..
Jawab: Hubungan seksual yang dalam bentuk abnormal perverse merupakan suatu hubungan seks yang tidak bertanggung jawab dan diluar normal sehingga hal ini bertentangan dengan norma social, hukum, maupun agama.
g. menurut Dra. Kartini Kartono pemuasan abnormalitas seksual dibagi dalam tiga golongan sebutkan dan jelaskan !!!..
Jawab: Tiga golongan pemuasan abnormalitas seksual menurut Dra. Kartini Kartono yaitu:
 Dorongan seksual yang abnormal: pelacuran, perzinahan, perkosaan, dan bujukan.
 Partner seks yang abnormal: homoseksualitas, zoofilia, pedofilia, gerontoseksualitas.
 Dalam pemuasan dorongan seksualitas: voyeurism(melihat orang tidak menggunakan pakaian), transvestutisme(memakai pakaian lawan jenis), transseksualime (banci).
h. sebutkan beberapa bentuk cinta menurut Erich Fromm.
Jawab: Bentuk cinta menurut Erich Fromm yaitu cinta persaudaraan dimana seseorang tidak mempuyai pamrih terhadap sesamanya tidak perduli dengan adanya batas-batas perbedaan yang ada. Terdapat pula cinta keibuan yang paling terasa asli yaitu cinta seorang ibu kepada anak kandungnya yang sudah merupakan naluri alamiah. Terdapat cinta erotis dimana terdapat kontak seksual yang nyata dan ideal yang bersumber dari cinta. Ada pula cinta diri sendiri yang merupakan perwujudan bentuk cinta kepada diri sendiri yang mempunyai kecenderungan positif dan negatifnya. Cinta terhadap Tuhan dimana bentuk cinta seorang hamba terhadap yang menciptakannya sebagai bentuk rasa syukur.
i. sebutkan arti kemesraan dan jelaskan!!..
Jawab: Kemesraan Berasal dari kata mesra yang menurut bahasa Indonesia berari erat. Kemesraan merupakan suatu hal yang menggambarkan keadaan sangat erat antar satu orang dengan pasangannya. Terdapat beberapa tingkatan kemesraan yaitu dalam tingkat remaja, dalam rumah tangga, dan di usia lanjut. Dalam tingkat remaja terjadi dalam masa puber dimana remaja telah mengalami kematangan organ kelamin. Dalam rumah tangga kemesraan ini ditunjukkan dengan hubungan akrab antara suami dengan istri dalam satu perkawinan. Dan yang terakhir, kemesraan dalam usia lanjut diwujudkan dengan berbagai aktifitas yang dilakukan bersama sebagai bentuk suatu keakraban tersendiri.
j. Sebutkan tingkat kemesraan dan jelaskan berdasarkan tingkatannya
Jawab: Kemesraan merupakan suatu hal yang menggambarkan keadaan sangat erat antar satu orang dengan pasangannya. Terdapat beberapa tingkatan kemesraan yaitu dalam tingkat remaja, dalam rumah tangga, dan di usia lanjut. Dalam tingkat remaja terjadi dalam masa puber dimana remaja telah mengalami kematangan organ kelamin. Dalam rumah tangga kemesraan ini ditunjukkan dengan hubungan akrab antara suami dengan istri dalam satu perkawinan. Dan yang terakhir, kemesraan dalam usia lanjut diwujudkan dengan berbagai aktifitas yang dilakukan bersama sebagai bentuk suatu keakraban tersendiri.
 
Free Blogger Templates