Jumat, 04 Maret 2011

Sistem Ekonomi

I. Pendahuluan
Materi kali ini yang akan dibahas adalah mengenai sistem ekonomi. Sistem ekonomi sebagai alat ekonomi yang pemanfaatannya sangat berkaitan dengan proses perkembangan sosial masyarakat dan memiliki suatu ideologi. Setiap negara memiliki atau menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda.
Sistem ekonomi yang diterapkan oleh suatu negara belum tentu cocok atau berhasil di terapkan di negara lain. Sistem ekonomi yang baik tidak dapat begitu saja diindentikkan dengan kehebatan ideologinya, maka dari itu di sini akan dibahas ciri-ciri sistem ekonomi yang terdapat di dunia dan sistem ekonomi yang bagaimana yang baik dianut oleh Indonesia?
II. Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi adalah salah satu alat guna menncapai tujuan kehidupan bersama suatu bangsa dan negara. Sistem Ekonomi menjadi salah satu faktor utama suatu negara untuk memajukan negaranya, melalui kesejahteraan rakyat.
Subyek dan obyek:

• Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
• Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
• Sistem peralatan: barang/alat
• Sistem informasi: data, catatan, dan fakta

Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.
Menurut Grossman, sebuah sistem ekonomi yang baik dapat dilihat dari dua aspek yaitu :
a. Daya tahan dan daya adaptasi
Yang dimaksud dalam daya tahan dan daya adaptasi di sini adalah bagaimana suatu negara dapat mengahadapi suatu ketidakpastian dalam bidang ekonomi. Ketidakpastiaan dibagi menjadi dua yaitu ketidakpastian jangka pendek dan ketidak pastian jangka panjang.
- Ketidakpastian jangka pendek : Ketidakpastian dalam tenggang waktu satu sampai lima tahun, biasanya disebabkan oleh masalah teknis, misalnya kegagalan dalam musim panen. Suatu pemerintah harus mempunyai solusi dalam mengatasinya contohnya saja dengan adanya Bulog di Indonesia
- Ketidakpastian jangka panjang : Ketidakpastian dalam kurun waktu lebih dari 25 tahun. Dalam mengatasi ketidakpastian ini, harus didirikannya suatu kelembegaan yang sempurna.
b. Unjuk prestasi
Suatu negara harus memperlihatkan bagaimana sistem ekonomi yang dianutnya dapat berdampak positif pada rakyatya. Prestasi yang didapat dari suatu negara dalam keberhasilan sistem ekonominya dapat dilihat dari :
- Kemakmuran rakyatnya
- Pertumbuhan dalam berbagai sektor yang merata
- Produktivitas
- Pemberdayaan seluruh masyarakatnya agar mempunyai SDM yang berkualitas bak
- Terpeliharanya lingkungan hidup, suatu negara yang berhasil adalah negara yang dapat menigkatnya kualitas ekonomi dan politiknya tanpa merusak lingkungan hidup yang ada di negaranya. Karena lingkungan hidup, sumber daya alam adalah aset negara yang sangat besar
Pada awalnya sistem ekonomi masih berupa subsistem, maksudnya masyarakat melakukan perekonomian hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan cara barter. Namun seiring berkembangnya zaman, sistem ekonomi menjadi kompleks dan dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Pasar (Liberalis/Kapitalisme)
Dasar teori dari sistem ini adalah teori Invisible Hand yang dicetuskan oleh Adam Smith, maksud teori ini adalah kebebasan melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah. Sistem ini berpendapat bahwa keseimbangan ekonomi dapat tercipta dengan sendirinya melalui mekanisme pasar.
Pemerintah sebenarnya ikut berperan namun sangat minim. Dalam sistem ekonomi pasar, tugas pemerintah adalah :
- Melindungi negara dari kekerasan negara liberal lainnya
- Melindungi setiap anggota masyarakat dari ketidak adilan atau penindasan
- Mendirikan atau memelihara beberapa institusi atau sarana yang tidak dapat dibuat oleh perorangan
2. Sistem Ekonomi Perencanaan (Sosialis)
Dalam sistem ini kegiatan ekonomi sepenuhnya di bawah kendali pemerintah, pencetus sistem ini adalah Karl Max. Sistem ini dapat kita lihat pada negara komunisme seperti Uni Soviyet. Sistem sosialis sendiri terdiri dari beberapa macam :
a. Sistem sosialis pasar
- Faktor – faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah
- Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi
- Rangsangan dan intensif diberikan berupa material dan moral
b. Sistem sosialis terencana
- Faktor – faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah
- Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi
- Rangsangan dan intensif diberikan berupa material dan moral
Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat an tuntutan perekonomian internasional, tampaknya sistem sosialis terencana ini mulai ditinggalkan.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan kombinasi dari sistem liberalis dan sosialis. Sistem ini mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebesan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan tujuan seperti ini banyak negara yang menganut sistem ekonomi campuran.
4. Sistem ekonomi dan politik
Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.

Sistem ekonomi:

• Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
• Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
• Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness.

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi.

Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:

a) Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
b) Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
c) Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
d) Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
e) Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f) Pengaturan motivasi usaha
g) Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
h) Penentuan pertumbuhan ekonomi
i) Pengendalian stabilitas ekonomi
j) Pengambilan keputusan
k) Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan


Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik
KUTUB A KONTEKS KUTUB Z
Liberalisme Ideoligi politik Komunisme (menghapus hak perorangan)
Demokrasi Rejim pemerintahan Otokrasi atau otoriter (kekuasaan tak terbatas)
Egaliterisme (Berderajad sama) Penyelenggaraan kenegaraan Etatitsme (Lebih mementingkan negara)
Desentralisme Struktur birokrasi Sentralisme
Kapitalisme Ideologi ekonomi Sosialisme
Mekanisme pasar Pengelolaan ekonomi Perencanaan terpusat

Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:

• Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
• Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
• Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya


1. Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi yang esktrim:

(a) Sistem ekonomi kapitalis

• Pengakuan terhadap kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi
• Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
• Tidak batasan bagi individu dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
• Campur tangan pemerintah sangat minim
• Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi
• USA

(b) Sistem ekonomi sosialis

• Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi
• Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian
• Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
• Campur tangan pemerintah sangat tinggi
• Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat
• USSR

(c) Sistem ekonomi campuran

• Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara
• Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
• Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
• Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air)
• Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah

2. Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.

Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);

• Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
• Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
• Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
• Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.


3. Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:

(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian

Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.

Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.

Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.

Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.

Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.
III. Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia
Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru
Bung Hatta mencetuskan bahwa dasar ekonomi Indonesia yang sesuai dengan cita-cita adalah koperasi namun dalam prakteknya kegiatan ekonomi ini justru melanggar dasak ekonomi koperasi.
Sumitro Djojohadikusumo enegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah sistem ekonomi campuran. Namun dalam proses perkembangan berikutnya disepakatilah bentuk ekonomi baru yang disebut Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut Demokrasi Ekonomi.
Demokrasi ekonomi dipilih karena memiliki ciri-ciri yang positif, yaitu :
- Perekonomian disusun secara asas kekeluargaan
- Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dikuasai oleh negara
- Kekayaan alam yang ada di kuasai oleh negara dan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat
- Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara di awasi oleh perwakilan negara
- Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan
- Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
- Potensi, inisiatif, dan kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum
Dengan demikian perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :
Free fiht liberalism : adanya kebebasan yang tidak terkendali sehingga memungkinkan adanya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah.
Etatisme : keikut sertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan kreatifitas masyarakatnya
Monopoli : pemusatan ekonomi terhadap sauatu kelompok tertentu
Keadaan ekonomi antara tahun 1950-1965 diisi dengan beberapa program dan rencana ekonomi pemerintah, diantaranya :
- Program Banteng membantu pengusaha pribumi
- Program Sumitro plan
- Rencana Lima Tahun Pertama
- Rencana delapan tahun
- Di indonesia juga pernah terjadi sistem sosialis, akibat yang terjadi dari sistem tersebut dapat dilihat dari :
- Semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi mengakibatkan menurunnya nilai eksport kita
- Hutang luar negeri yang digunakan untuk proyek mercu suar
- Defisit anggaran negara yang makin besar ditutupi dengan mencetak uang baru sehingga terjadi inflasi besar-besaran
- Laju pertumbuhan penduduk yang lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi
Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia Setelah Orde Baru
Awal orde baru diwarnai dengan masa-masa rehabilitasi, perbaikan hampir di seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor ekonomi. Setelah orde baru mulai dilaksanakan sistem ekonomi yang sesungguhnya di inginkan rakyat Indonesia. Sistem demokrasi ekonomi dan sistem ekonomi pancasila kembali satu-satunya acuan bagi pelaksanaan sistem ekonomi selanjutnya.
Dalam demokrasi ekonomi atau ekonomi pancasila, harus dihindarkan ciri-ciri negatif seperti berikut ini :
a. Sistem ekonomi liberal yang bebas. Artinya sistem ekonomi yang menumbuhkan eksploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain.
b. Sistem ekonomi komando. Artinya negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat mendesak, dominan dan mematikan kreatifitas masyarakat
c. Persaingan tidak sehat, serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu.
IV. Pelaku Ekonomi di Indonesia
Dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga pelaku ekonomi yaitu :
- Pemilik faktor produksi
- Produsen
- Konsumen
Dalam ilmu ekonomi makro kita mengenal empat pelaku ekonomi yaitu :
- Sektor rumah tangga
- Sektor swasta
- Sektor pemerintah
- Sektor luar negeri
Dalam perekonomian Indonesia dikenal tiga pelaku ekonomi pokok dengan fungsi-fungsinya yang sesuai dengan Trilogi Pembangunan yaitu :
- Koperasi : Pemerataan hasil ekonomi Pertumbuhan kegiatan ekonomi kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi.
- Sektor swasta : Pertumbuhan hasil ekonomi Pemerataan kegiatan ekonomi kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi
- Sektor pemerintah : Kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi Pemerataan hasil ekonomi Pertumbuhan kegiatan ekonomi
V. Kesimpulan
Sistem ekonomi adalah salah satu alat guna mencapai tujuan kehidupan bersama suatu bangsa atau negara. Ketika membandingkan sistem-sistem ekonomi yang ada, telah terlihat bahwa masing-masing sistem ekonomi memiliki perbedaan-perbedaan yang sangat kontras. Namun, diantara perbedaan-perbedaan tersebut terdapat satu persamaan yang mencolok, yaitu setiap sistem ekonomi disusun untuk mencapai tujuan akhir yang sama.
Kondisi akhir tersebut merupakan suatu peradaban manusia yang ideal, di mana manusia, baik sebagai individu maupun kelompok, menikmati kekayaan, keadilan, kemakmuran, dan kemerdekaan seutunya. Karenanya, jika semua sistem ekonomi mempunyai tujuan yang sama, tentunya semua sistem ekonoi harus dapat dinilai dengan kriteria yang seragam. Dengan demikian penilaiannya akan sangat objektif.



Sumber : buku Pengantar Ekonomi 2 FE Universitas Gunadarma dan Pengantar Ilmu Ekonomi (edisi revisi) FE Universitas Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Free Blogger Templates